LIKE FB Kami dan Dapatkan Aneka Tips Melalui FB :-)

Wednesday, July 05, 2006

Si Waterfall Berubah Menjadi Si Cantik Poseidon


Setahun yang lalu saya membeli Adenium yang katanya sih berjenis “Waterfall”. Saya tertarik dengan jenis ini karena menurut si Ibu yang menjualnya kalau waterfall itu sering sekali berkembang. Karena alasan itulah saya jadi tertarik membeli Adenium okulasi yang masih kecil itu, dengan harga Rp.40,000 untuk bonggol yang berdiameter 3 s/d 5 cm.

Saat itu saya memang tidak berani membeli Adenium yang berbonggol lebih besar. Soalnya harganya lumayan mahal, lagipula saya masih newbie di dunia Adenium jadi takut kalau suatu saat si adenium tersebut mati, kan lumayan nyesek sudah mengeluarkan uang lebih, tapi si tanaman malah wafat .

Memang iya sih, bertanam Adenium itu susah susah gampang. Mengapa begitu? Soalnya kalau kebanyakan air maka ia akan mati, kalau kekurangan air maka si bonggol tidak akan membesar alias tetap kecil dan juga dari pengalamanku daunya sering rontok, belum lagi sinar mataharinya harus di kontrol dengan baik.

Kata orang dan kata saya waktu pertama kali menekuni adenium ini. Adenium itu tanaman yang gampang sekali di pelihara. Tapi pada kenyataannya saya merasa statement itu tidak benar. Setelah mengamati adenium ini selama 2 tahun saya jadi tau karakter setiap jenisnya. Mulai dari takaran komposisi media tanam, pemberian pupuk, air dan sinar matahari. Semua aspek itu harus di perhatikan kalau ingin mendapatkan Kembang adenium yang bagus, berbonggol besar, dan berdaun indah.


Balik lagi dengan nasip si Waterfall yang saya beli setahun lalu. Beberapa minggu yang lalu si waterfall akhirnya menunjukan tanda-tanda akan berkembang, inilah masa-masa indah untuk seorang yang senang koleksi adenium, berdasarkan jenisnya.

Setiap hari saya pasti menyempatkan diri untuk melihat bakal kembang itu dan akhirnya minggu lalu si bakal kembang mekar juga. Saya begitu surprise ternyata si waterfall itu berubah menjadi si POSEIDON.

Lo kok bisa? Ya… begitu deh kalau newbie membeli adenium okulasi di penjual tanaman pinggir jalan. Para penjual itu asal sebut saja jenisnya, padahal salah total yang aku beli setahun lalu itu ternyata Jenis Poisedon. Untungnya poisedon kalau jenis yang biasa saya bisa gigit jari. (SA)

Info Foto:
1. Adenium okulasi yang katanya Waterfall itu
2. Si Waterfall berubah menjadi si Cantik Poseidon

2 komentar:

sis said...

- kacian
- tapi kalo mo surprise n h2c mendingan beli biji adenium trus disemai sendiri
- saben hari nengok si baby adenium, trus kalo bisa sampe berbunga ... wow ... lebih bangga dan punya nilai sejarah
- lebih psikis lagi, kita terasa menyatu n terasa jadi ortu angkatnya ... wow ...

Shrie Amriza said...

Hi sis..
Makasih sudah mampir dan komentar :)
Memang betul lebih nikmat kalau nanam adenium dari biji. Tapi harap di ingat tingkat kesuksesan biji itu tumbuh sangat kecil :)

Saya juga punya banyak anak2 adenium yang di semai dari biji :)