LIKE FB Kami dan Dapatkan Aneka Tips Melalui FB :-)

Wednesday, January 25, 2006

Adenium Yang Mempesona


Adenium atau lebih di kenal dengan nama lain seperti Kamboja Jepang dan Mawar Gurun. Si mawar gurun yang mempesona dan bernilai jual tinggi.

Seiring dengan makin di gandrunginya Adenium di kalangan masyarakat luas, menjadikan bisnis Adenium ini tak bisa di pandang sebelah mata. Sebut saja makin banyaknya petani – petani Adenium yang terbagi dari Importeer bibit, Penyedia Batang, Spesialis Kembang dan yang lagi in saat ini yaitu petani yang khusus mengembangkan Bonggol.

Rupanya pasar Adenium sekarang ini tidak lagi terfokus kepada kembang adenium semata, tapi beberapa tahun terakhir ini pasar mulai tren kepada keunikan bonggol Adenium itu sendiri. Bahkan seorang kolektor bonggol rela mengeluarkan koceknya hingga ratusan juta hanya untuk mengoleksi Adenium yang berbonggol Aneh.

Beruntunglah kita yang menetap di Indonesia karena Adenium sangat bersahabat dengan iklim kita. Pada dasarnya perawatan Adenium ini sangat mudah karena dia termasuk jenis tanaman yang tidak rewel, tidak gampang terkena hama dan mudah hidup. Tetapi untuk mendapatkan Adenium yang indah di butuhkan perawatan yang baik.

Berikut beberapa tips dan trik untuk menghasilkan Adenium yang sehat dan indah :
* Gunakan Media yang baik, seperti: Pasir , Kotoran ayam sebagai pupuk, Kotoran Kambing Sebagai pupuk, Tanah, Batu kerikil yang halus dan Kulit gabah yang sudah di bakar. Semua media tanam ini di campur hingga benar – benar rata.
* Media tadi masukkan ke POT sesuai dengan ukuran Adenium yang di miliki.
* Masukkan Biji , atau Adenium yang sudah berusia 4Bulan , 6 Bulan, dst, kedalam pot yang sudah berisi media tanam tadi.
* Setelah itu, letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari langsung, semakin lama terkena sinar matahari, maka semakin bagus untuk pertumbuhan Adenium tersebut.
* Siram sekali sehari.
* Untuk mendapatkan adenium yang indah, pangkas batang adenium sesuai selera, pangkas ketika musum kering tiba. Jangan pangkas ketika musim hujan karena batang adenium malas tumbuh ketika musim hujan.
* Untuk perawaran berkala, ganti media setiap 6 bulan sekali, dan sebulan sekali semprot adenium dengan pestisida.

Semoga trik tadi bisa membuat Adenium adenium di taman anda tumbuh dengan sehat dan cantik.

Berburu Adenium


Beberapa hari yang lalu, aku di ajak si bos hunting Adenium di daerah Meruya/Jakbar. Awalnya saya hanya tertarik ingin lihat petani2 adenium ini seperti apa, maklum saja saya seringnya berkunjung ke Nursery atau ke penjual yg di pinggir jalan. Sesampainya di sana saya jadi tergoda dengan adenium mereka, betapa tidak harga adenium yang mereka patok bener2 murah sekali dari bayagan saya, dan sudah tentu bisa ditawar dong.

Yang tadinya saya hanya mau jadi penonton aja, eh malah saya yang belanja paling banyak. Jadi bingung sendiri mau dipajang dimana nih adenium baruku.

Oh iya aku akhirnya berhasil membeli adenium jenis "fadia" yang sudah aku cari 2 minggu ini aku juga coba membeli jenis "arabikum", semoga sih koleksi adenium baruku ini bisa tumbuh sehat.

Info foto: Adenium Jenis "Fadia" Collection Nursery Godong Ijo

Makin Kesengsem Dengan Adenium


Hampir setahun saya mengenal Adenium bukannya bosan malahan saya tambah cinta saja dengan si mawar gurun ini, bagaimana enggak cinta hampir setiap weekend saya berburu Adenium – adenium di pinggir jalan, pameran, petani, dan ke Nursery segala. Berburu bukan sembarang berburu lo, saya hanya sekedar window shopping saja dan kadang2 juga bertukar info dengan para penjual maupun petaninya, tapi kalau ketemu yang seneng so pasti donk saya beli, tapi ada batas budget nya juga sih, bisa gawat kalau ngikutin hati, bisa2 kantong RT ludes, urusannya bakal gawat misua nanti demo lage.

Hobby saya bertanam Adenium masih tergolong standar kali ya, maklum saja saya hanya berani membeli dan mengoleksi Adenium yang masih berumur di bawah 2thn, bukan apa – apa sih koceknya berat kalau harus mengelokesi Adenium yang benar – benar sudah jadi, harganya bisa mencapai puluhan juta.

Berikut step by step saya mengenal Adenium:

1. “Berkenalan dengan Adenium, pertama kalinya”
Kata petaninya sih ini termasuk jenis adenium yg biasa/local “pink” saya belum pernah lihat jenis ini berbunga maklum saat itu saya hanya tertarik dengan Adenium bonsai dan bonggol jadinya Adenium ini sering banget jadi korban saya pangkas memangkas. Tapi saying belum sempet penampilannya sempurnah si adenium local ini di minta oleh tante saya, hiks hiks… (semoga si local tumbuh dengan baik ya di karawaci)

2. “Adeniumku yang ke dua, Satu pohon ada 2 jenis Adeium”
* Adenium Jenis Daeng Anant(Warnanya merah tua, berukuran besar, daunnya bulat tebal berwarna hijau tua berbulu, jenis adenium ini sering berbunga.)
* Adenium Jenis Purple picotee (Warnanya Merah keunguan, berukuran sedang dan rajin berbunga, daunnya agak membulat dan tidak berbulu, jenis ini sering berbunga dalam 6 bulan terakhir ini saja sudah berbunga sebanyak 2 kali.)

3. “Adeniumku tahap 3”
saya di kasih bibit/biji adenium oleh boss ku lumayan banyak sih tapi saying akibat minimnya pengetahuan tentang cara menanam Adenium walhasil yang jadi hanya 4 pohon saja dari puluhan biji yang saya semai, oh iya ke 4 pohon adenium ini sudah setinggi 13cm, semoga saja mereka berbonggol aneh dan besar.

4. “ Adenium tahap 4”
Karena boss saya hobby juga ngumpulin adenium, jadi deh saya sering di ajak2 hunting adenium2, suatu saat belio borong banyak dan saya di suruh pilih juga hehehe, lumayan nih gratisan dan denger2 adenium yang berwarna putih itu mahal jadi deh saya pilih 2 jenis, yaitu putih & putih yang cenderung pink.
* Setelah cek cek di buku “88 Variasi Adenium” saya jadinya tau kalau adenium putih saya ini bernama "Adenium Jenis White goliath” jenis Adenium berwarna putih, berukuran besar, daunnya hijau tua bulat panjang dan berbulu, dan juga rajin berbunga. Semenjak 3 bulan yg lalu dibeliin baru 1 kali berbunga sih.
* Nah untuk yang putih cenderung pink ini belum pernah berbunga, nyesek juga sih nungguin penasaran skali ingin cepat2 tau jenisnya apa. Tapi dari hasil cek end ricek saya sih, mungkin adenium ini termasuk dalam jenis “Adenium Jenis Chamelon” nanti saya updated lagi deh kalau sudah berbunga.

5. “Adenium tahap 5”
Saya beli 2 jenis adenium dari petani di Pameran flora & fauna yang di adakan di lapangan Banten, agustus lalu.
* Picnya disamping ini nih,“Adenium Jenis Volare atau Solamase Varigated" Saya bingung deh secara kembangnya mirip solamase tapi daunnya tidak ada ciri2 varigated. "Kalau ada yang ngerti pls advise ya". Saya beli di petani yang katanya sih di semai dari satu jenis tapi hasilnya ko beda2.
* Adenium yang satunya belum berbunga sampai sekarang sejak di beli, penasaran banget ingin tau jenisnya apa, tapi menurut info petaninya sih ini jenis biasa/lokal

6. “Adenium tahap 6”
Beberapa hari yang lalu saya hunting lagi, dan akhirnya kebeli lagi 2 jenis adenium:
* “Adenium Jenis My Country” Adenium yang yang buat saya jatuh cinta sejak liat jenisnya di pameran flora Agustus lalu, tapi saat itu saya tidak beli. Tapi akhirnya kesampaian juga aku beli di petani. Oh iya Adenium my country ini bunganya besar, tengahnya berwarna putih dan di pinggir ada garis pink.

* “Adenium Jenis Harry Potter” saya masih penasaran ko di kasih nama Harry Potter?. Mungkin yang menemukan jenis ini hobby dengan HP kali ya. Anyway tadinya saya tidak terlalu seneng dengan HP secara dari pertma melihat saya tidak pernah tuh lihat si HP ini berkembang, baru sebulan yang lalu Boss saya nunjukin foto bunga HP nya yang lagi berkembang, langsung deh jadi kesengsem dengan jenis HP ini. Karena Hp ini tergolong jenis baru harganya masih mahal, tapi kemarin pas berburu saya cari yang murah meriah saja dan syukurnya ketemu juga yang bonggol nya besar tapi sayang tunas nya masih kecil, jadi penasaran nunggu adenium ini berbunga.

Saya masih termasuk pemain baru di dunia Adenium jadi masih banyak belajar dari para pakar, bagaimana cara merawat, menanam, okulasi, dll. Well hobby menanam Adenium memang tidak mengecewakan deh, rasa puas dan bangganya minta ampun kalau semua Adenium2 di taman berkembang dengan indahnya. Serasa kurang aja tuh koleksinya padahal taman mungilku sudah sumpek dengan pot2 Adenium.(SA)

Info foto: Adenium White Goliath, salah satu koleksi saya.

Berkunjung Ke Pameran Flora 2005

(Kunjungan Pertama)


Agustus 20, akhirnya tiba juga hari yang di nanti untuk berkunjung ke pameran Flora 2005 yang di adakan di Lapangan Banten, Jakpus. Sebenarnya Pameran ini sudah di buka sejak Agustu 05 yang lalu tetapi karena saya tidak punya waktu untuk mampir, makanya saya baru bisa berkunjung pada tgl 20 Agustus.

Sama seperti dugaan saya, pameran kali ini akan di monopoli oleh tanaman Adenium yang lagi mencuri perhatian khalayak ramai saat ini. Banyaknya Stan pameran yang menampilkan dan menjual Adenium dari segala jenis, membuat aku dan banyak kolektor di buat pusing untuk memilih, harga Adenium yang saat ini sedang melonjak naikpun tidak menjadi halangan buat saya untuk berburu Adenium yang berbonggol besar dan indah.

Akhirnya setelah keliling hampir 2 jam, ketemu juga stand pameran yang memajang koleksi koleksi Adenium dengan harga yang relative murah, maklum saja penjual ini tidak mau di sebut sebagai Nursery tapi lebih senang di sebut Petani Ademium, well harganya memang jauh lebih murah ketimbang harga yang di over oleh pemilik Nursery.

Puas memilih akhirnya bertambah lagi deh koleksi Adenium ku, Oh iya saya termasuk penyuka Adenium, tapi saya lebih senang koleksi Adenium yang masih berumur sekitar 1 tahun, kayaknya lebih puas ngerawat dan membentuk bonggolnya ketika masih kecil, ketimbang beli Adenium yang sudah jadi, bukan apa - apa juga sih, harga Adenium yang sudah sempurnah benar - benar mahal. Harganya bisa mencapai puluhan juta.

(Kunjungan Ke Dua)


Kurang puas dengan kunjungan pertama, Agustus 23 saya balik lagi ke Pameran Flora, tapi saat ini saya bersama bos, kebetulan bos saya salah satu kolektor Adenium juga, akhirnya kemarin kami keliling2 lagi melihat dan membahas Adenium2 yang di pajang di setiap stan, Kami tidak belanja adenium lagi sih maklum si bos sudah punya banyak Adenium, beliau sampai pusing tuh ngerawatnya kalau saya hanya membeli media tanam di salah satu Nursery, oh iya komposisi Media tanamnya demikian:
* Sekam bakara 37%
* Pasir Suangai 30%
* Serbuk Sabut Kelapa 30%
* Zeolit 2%
* Bahan Lain 1%
Semoga berguna.